Minggu, 06 Maret 2016

Wahabi Menurut KH Maimun Zubair, Di Luar Kebiasaan yang Umum


Wahabi Menurut KH Maimun Zubair, Di Luar Kebiasaan
Seperti kita ketahui, Nu dan Wahabi seolah-olah tak bisa move on. Di belakang mereka saling menyalahkan dan saling mengatakan paling benar. Inilah realitas yang terjadi di lapangan dan memang kesalahannya adalah tidak adanya tabayun dan saling duduk dan menyamakan persepsi dan visi Islam sebagai ukhuwah islamiyah meskipun beda pendapat dalam beberapa hal.

Seperti dikisahkan, bahwa KH Maimun Zubair yang terkenal sebagai ulama yang karismatik dan selalu bisa menjawab permasalahan yang diajukan kepadanya dengan jawaban bijak. Pada suatu kali, dia ditanya oleh seorang kiai tentang wahabi yang menurut kiai tersebut mungkin wahabi sudah mulai merasuk dan menyebarkan fitnah kepada NU.

Sebuah peristiwa yang terjadi di sela-sela acara Seminar Nasional dan Bahsul Masail Islam Nusantara di Aula Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Malang, Jawa Timur, Februari lalu, (13/02).  Cerita ini dikisahkan oleh KH Azizi Abdullah dari Kediri, berdasarkan pengalamannya ketika sowan kepada KH Maimun Zubair dalam sebuah kesempatan.

Kiai Azizi saat itu menanyakan hukum orang Wahabi yang dalam pengetahuannya adalah kafir karena telah mensyirik-syirikkan orang NU karena amaliahnya. Sontak Kiai Maimun marah-marah dengan cara pandang Kiai Azizi ini.

“Hei, Mas, sampean jangan ngawur. Wahabi itu bukan kafir, Mas, tapi berdosa. Lha, orang berdosa itu: yaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa’. Kalau Allah mengampuni, ya masuk surga, kalau tidak diampuni ya neraka,” kata Mustasyar PBNU ini.

“Kalau kafir kan pasti masuk neraka. Sampean ini jangan main hukum kafir begitu saja, wong sampean saja belum pasti masuk surga. Ngapain ngurusi orang lain,” tambahnya lagi.
Kiai Maimun lalu mengimbau kepada warga NU agar tidak terlalu ikut campur dengan perkataan orang lain. Baginya, yang penting adalah menjaga akidah diri sendiri.
Mendengar jawaban Kiai Maimun tersebut, Kiai Azizi mengaku insaf dari asal menghukumi orang.
“Saya pun tobat,” kata Kiai Azizi disambut tawa para hadirin.

Pesan Mbah Maimun yang patut direnungkan untuk siapapun yang mudah mengkafirkan orang lain hanya karena tidak sepaham. Ia mengingatkan akan pentingnya membangun kesadaran diri untuk tidak main-main dengan menghukumi orang lain dengan “kafir” dan tentang tidak pentingnya sibuk ngurusi orang lain.

Ternyata benar, kita memang tidak pantas merasa paling benar, karena kita belum tentu masuk surga. Masuk surga atau tidak, bergantung pada ridha dan pengampunan Allah swt.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2013. Solusi Islam - All Rights Reserved
Distributed By Blogger Themes | Template Created by Solusi Islam Published by All Crew Kejernihan Islam
Proudly powered by Kejernihan Islam