Home » Archives for Februari 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Mulailah Dari yang Terakhir, Maka Bersunguh-Sungguhlah
Dunia adalah ibarat kendaraan, dimana kita harus mengendarainya dengan baik. Harta dan keberkahan di dalamnya bisa kita peroleh jika kita bekerja dengan awalan niat yang baik, kemudian caranya yang halal, serta digunakan sebaik-baik penggunaan. Alasan beribadah kemudian tidak bekerja merupakan salah satu cara setan agar kita menjadi orang yang malas serta tak memberi manfaat bagi orang lain, bahkan menjadi menyusahkan diri sendiri.
Jika kita sukses dalam usaha, maka misi rahmatan lil'alamin akan tercapai juga. Hal ini menurut saya merupakan akhiran yang paling tepat untuk saya sodorkan kepada anda. Saya teringat sebuah kata hebat yang berbunyi, ”Mulailah dari yang terakhir”
Maka, di terakhir manuskrip ini saya tekankan kepada anda. Bahwa, tidak ada yang perlu anda ubah pertama kali kecuali sikap mental dan cara berpikir anda. Kazuo Murakami, Ph.D., kembali menjelaskan, dan hal inilah yang menjadi ketakjubannya yang terbesar selama penelitiannya. Bahwa, cara berpikir dapat mengaktifkan gen manusia.
Tentu ini sesuai dengan surat Ar-Ra’d ayat 11, juga di ayat-ayat lainnya. Bahwa kita diberikan dua jalan oleh Allah, kita diminta memilih, surga atau neraka. Prinsip pemikiran inilah yang membentuk anda menjadi apa yang anda inginkan. La iqraa hafiddin, dalam agama Islam pun anda tidak dipaksa.
Sikap mental dan paradigma anda harus anda setting sedemikian baik, karena dari hal itulah anda dapat mengubah keadaan anda. Sikap mental akan lahir dari paradigma rencana anda tentang hidup anda. Jika anda ingin mengisinya dengan kemanfaatan dan kebaikan, maka mental anda menguatkan diri anda untuk melakukannya. Selanjutnya, keseluruhan diri anda akan memiliki potensi yang sangat luar biasa. Potensi darimana?
Dari Allah yang menciptakannya;
”Padahal kekuatan (izzah) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang - orang yang beriman, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun : 8).
Saya ingin menegaskan sekali kepada anda, janganlah ragu lagi untuk melangkah karena Allah mempersiapkan hasil terbaik dari usaha terbaik anda. Dan tersenyumlah dalam menanti kemenangan yang Allah janjikan, jika anda bersungguh-sungguh!
Rabu, 24 Februari 2016
Kekuatan Besar Tanpa Kita Sadari
A. Kelahiranmu yang Hebat!
Suatu hari. Aku tengah bercerita, maka izinkanlah. Dahulu kala, seorang berebut untuk mencapai garis finish, yang jadi masalah adalah lawannya itu tidak hanya sepuluh, bukan pula seratus, bukan pula seribu, bukan hanya ratusan ribu, bukan pula satu juta. Melainkah ratusan milyar. Dia berlomba, meneruskan hidupnya penuh percaya diri. Dan dia MENANG!
Dia mencapai garis finish, dia melakukan perjalanan yang sangat panjang, menempuh liku-liku beratnya ujian. Ancaman demi ancaman selalu menghadangnya, diantara yang ikut berlomba bersamanya kebanyakan lemah, jatuh dan hancur menghilang. Dia berjuang penuh kemantapan diri, dan dia kini telah menjelma menjadi.
ANDA!
Iya, dia adalah sel sperma yang hendak mencapai sel telur. Mengalahkan ratusan milyar sel lainnya. Dan kini, dia berdiri penuh kekuatan. Penuh semangat tanpa batas, penuh kesungguhan untuk meneruskan kepahlawan hidupnya. Masalahnya hanya ada dua; kau ingin mengubur hidup-hidup potensi besarnya, atau membangkitkan kekuatan demi kekuatan untuk meneruskan kepahlawanannya.
Saat ini, komitmen anda dibutuhkannya. Karena kelahiran anda adalah keajaiban tanpa batas.
B. Cita-Cita Suksesmu
Pelajar SMART. Manusia tanpa cita-cita adalah seperti binatang atau tumbuhan, mereka hidup tanpa memiliki tujuan, tanpa memiliki sebuah harapan untuk diwujudkan. Tentu saja, sebagai seorang muslim tujuan utama kita adalah Allah SWT. Tujuan dan cita-cita kita seluruhnya harus berorientasi padaNya. Nah, cita-citamu untuk menjadi orang yang bermanfaat masih ada?
Cita-citamu itu, harus kau tulis dalam catatan. Karena, jika kau tak menuliskannya, maka hal itu akan menjadi abu sebagaimana api membakar kertas. Kenapa? Karena manusia itu sering lupa, maka bantulah ingatan itu dengan catatan-catatan. Kau tentu kreatif dalam menulis. Setelah kau tulis, tempelkanlah di tempat yang sering kau kunjungi. Di dinding kamarmu, di dapur, atau pun di pintu kamarmu. Yang penting jangan memenuhi rumah dengan tempelan, nanti ada yang iseng dan menuliskan WANTED! Di bawah fotomu.
Saya tahu, anda punya cita-cita. Ada yang ingin menjadi seorang Guru, Dokter, Penulis, Enterpreneur, Teknisi, Akuntan, Pejabat, atau artis? Selama cita-cita itu dapat dipertangggungjawabkan di hadapan Allah, maka hal itu layak diperjuangkan. Dan yakinlah kau akan mencapainya dengan kesungguhan dan kerja keras. Allahuakbar!
C. Semangatmu adalah Modal Terbesar
Semangat itu seperti makan. Lho? Pernah dengar orang yang kena magh karena telat makan? Nah, seperti itu pula jika semangatmu itu seperti kerupuk, lupa dipupuk, akhirnya malas bertumpuk-tumpuk. Saat ujian otak serasa tumpul, sampai-sampai terasa otak dipukul-dipukul. (eits! Padahal saking bingungnya ngerjain ujian, kepala dipukul-pukul agar ingatannya pulih. Mana tahan! Memangnya amnesia?)
Semangat itu adalah modal, harus selalu dimunculkan dengan kesungguhan dan keinginan kuat. Baiklah coba renungkan sejenak baris demi baris berikut ini agar sejenak kita dapat mengambil motivasi di kala malas dan lemah menerjang.
Apakah orangtuamu ingin agar kau sukses?
Bagaimana lelahnya ayahanda bekerja setiap hari mengumpulkan rupiah demi seribu agar kau tak putus sekolah.
Bagaimana habisnya airmata ibunda tercinta, menumpahkan segala doa untukmu, agar kau menjadi pelajar yang berhasil dan tak masuk ke jalan yang salah.
Bagaimana setiap harinya guru-guru di sekolah mengajarkan pelajaran dengan penuh semangat, wajah-wajah mereka yang penuh harapan agar kita berhasil.
Dan..., apakah kau tidak ingin SUKSES!
Disinilah Pelajar SMART harus memilih. Jika kau memilih SUKSES. Silakan meneruskan membaca buku ini, jika anda tidak punya keinginan sukses, maka berhentilah membacanya dan kau akan mengecewakan setiap orang. Bahkan dirimu sendiri. (ini episode seriously lho....)
”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali – Imraan : 139)
Tulislah cita-citamu, agar jiwamu terpanggil untuk memenuhinya.
dari Buku Pelajar Smart, by Muhammad Badarudin
Langganan:
Komentar (Atom)